Senin, 29 Mei 2017

Contoh Kasus Tentang ITSM dan Sudut Pandang Saya

Contoh Studi Kasus PT. Astra Graphia Information Technology (AGIT) adalah contoh studi kasus perusahaan yang menerapkan sertifikasi ISO/IEC 20000

 Profil singkat AGIT
1.      Company Name : PT. Astra Graphia Information Technology 
2.      Country : Indonesia 
3.      Certified Under : The APM Group 
4.      Version of ISO/IEC 20000 : 2011 
5.      Certification Status : Issued 
6.      Certification Start Date: 03 Sep 2013 
7.      Certification Expiry Date : 02 Sep 2016 
8.      8 RCB Certified by : British Standards Institution
9.      The Scope of the certification is : IT SMS that supports the provision of IT Services (Colocation, Helpdesk and CCTV) to AGIT's internal and external customers, including the IT Infrastructure operational support from its sites in Jakarta (Sudirman, Kramat and TB Simatupang) 
10.  The Location covered by the certification is : ANZ Tower, 22nd floor, JL. Jenderal Sudirman Kav. 33A Jakarta 10220 Indonesia
Sejarah singkat AGIT
1.      1971 : Mulai beroperasi pada tahun 1971 sebagai divisi Xerox di PT. Astra International.
2.      1976 : PT. Astra Graphia berdiri sebagai badan hukum (perseroan).
3.      1983 : Memasuki bisnis TI dengan ditunjuknya sebagai distributor eksklusif Digital Equipment Corporation. USA.
4.      1989 : Menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan sahamnya di BEJ dan BES.
5.      2004 : Membentuk kemitraan strategis dengan SCS atas unit bisnis IT Solution menjadi PT. SAT (49% saham dimiliki Astragraphia).
6.      2008 : Melakukan akuisisi 50.99% saham PT SAT dari SCS, kepemilikan saham Astragraphia menjadi 99.99%.
7.      2010 : Unit bisnis Solusi Dokumen (AGDS) mencapai pendapatan bersih Rp 1 Triliun pertama.
8.      2011 : AGIT JV dengan Monitise Asia Pacific Ltd, HongKong, membentuk PT. AGIT Monitise Indonesia
Sertifikasi AGIT
Pada tahun 2013, Manajemen Pengendalian Mutu dan Keselamatan Kerja AGIT telah menunjukkan komitmennya dalam melakukan perbaikan secara berkala yaitu dengan melakukan uji sertifikasi menggunakan standar ISO 9001 dan OHSAS 18001. Selain itu, pada tahun 2013 AGIT berhasil lulus dalam sertifikasi ISO/IEC 20000-1, yaitu Service Management. Sertifikasi ini semakin melengkapi kompetensi AGIT untuk menjaga kualitas mutu dan layanan, setelah sebelumnya juga telah lulus uji sertifikasi ISO/IEC 27001 yang menunjang prosedur keamanan infrastruktur teknologi informasi di Data Center. Sementara itu untuk segmen usaha teknologi informasi dan komunikasi, AGIT menggunakan Customer Satisfaction Index (CS Index) untuk mengukur kepuasan pelanggan. Pada akhir tahun, AGIT mencapai CS Index 3,96 dari skala 19 5.
Hal ini membuktikan bahwa CSC AGIT memberikan kualitas layanan yang sesuai dengan sertifikasi ISO 20000:1 untuk layanan pelanggan, layanan hosting dan layanan CCTV. Selain itu, CSC AGIT melakukan implementasi aplikasi Services Desk yaitu alat untuk pencatatan semua keluhan pelanggan sehingga tim Helpdesk dapat memantau tahap penanganan pengaduan yang diterima. Berdasarkan annual report 2013, AGIT telah memenuhi syarat dan telah membuktikan bahwa AGIT mampu berkompetensi di bidang ITSM secara global atau internasional, sedangkan melalui analisa R.Purwedi Darminto yang menjabat sebagai Section Head of Oracle Development, Oracle Partners Ecosystem and Project Delivery at Astragraphia Information Technology, AGIT telah mengalami banyak kemajuan semenjak memegang ISO/ICE 20000-1 dan ISO 27001, dan pada gambar 6 di bawah merupakan hasil analisis yang dipaparkan oleh beliau atas sertifikasi ISO/IEC yang diperoleh oleh AGIT.
dipaparkan bahwa AGIT Business Strategy mengalami peningkatan dari tahun 2011 hingga 2014, diperkirakan lagi bahwa pada tahun 2015 akan melebihi ekspektasi atau sesuai pada strategi awal.

Saat ini, manajemen seperti ini sudah dapat dipaparkan dalam bentuk yang lebih tersetruktur dengan menggunakan manajemen teknologi informasi (ITSM) dan juga manajemen keamanan informasi (ISMS). Pada setiap manajemen ini, terdapat beberapa standar sendiri yang digunakan, dalam hal ini adalah ISO/IEC 20000 untuk ITSM. Standar ini sudah bertingkat internasional, sehingga tidak diragukan lagi keakuratannya. PT. Astra Graphia Information Technology  adalah salah satu perusahaan yang sudah menerapkan standar ISO tersebut.

Pandangan saya terhadap kasus tersebut saat ini manajemen ini sudah dapat dipaparkan dalam bentuk yang lebih terstruktur. pada manajemen ini terdapat beberapa standar yang digunakan, dalam hal ini adalah ISO/IEC 20000 untuk ITSM. standar ini sudah tingkat internasional, sehingga sudah dipastikan akurat.
setelah itu AGIT berhasil lulus dalam sertifikasi ISO/IEC 20000-1, yaitu service management. hal ini membuktikan bahwa CSC AGIT memberikan kualitas layanan yang sesuai dengan sertifikasi ISO 20000:1 untuk layanan pelanggan, layanan hosting dan layanan CCTV.


Sumber : http://suntoryota.blogspot.co.id/2016/04/itsm.html

Kamis, 20 April 2017

ITSM

PENGERTIAN ITSM

Pengertian ITSM adalah konsep manajemen dalam memberikan layanan teknologi informasi secara baik dan berhasil kepada pelanggan, Bisa juga  suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. ITSM merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah ITSM tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa inipun tidak jelas kapan dimulainya.
ITSM berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses (seperti TQM, Six Sigma, Business Process Management, dan CMMI). Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan TI dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi

Pada awalnya ITIL adalah serangkaian lebih dari 40 buku pedoman tentang pengelolaan layanan IT yang terdiri dari 26 modul. Perpustakaan besar pertama ini juga dikenal sebagai ITIL 1.0. Antara 2000 dan 2004 disebabkan oleh peningkatan pelayanan yang berkesinambungan dan adaptasi terhadap situasi saat ini dalam lingkungan (TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar dan digabungkan menjadi delapan inti manual: ITIL 2.0. Pada awal musim panas 2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini terdiri dari tiga bidang utama:

*ITIL CorePublikasi
* ITIL Pelengkap Bimbingan
* ITIL Web Support Services
2).
Pada 30 Juni 2007, OGC (Office of Government Commerce) menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan olehteknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:
Service Strategy
Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy.
Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.
Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:
·         Service Portfolio Management
·         Financial Management
·         Demand Management
Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.
Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.

Service Design
Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
1.      Service Catalog Management
2.      Service Level Management
3.      Supplier Management
4.      Capacity Management
5.      Availability Management
6.      IT Service Continuity Management
7.      Information Security Management

Service Transition
Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1.      Transition Planning and Support
2.      Change Management
3.      Service Asset & Configuration Management
4.      Release & Deployment Management
5.      Service Validation
6.      Evaluation
7.      Knowledge Management

Service Operation
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1.      Event Management
2.      Incident Management
3.      Problem Management
4.      Request Fulfillment
5.      Access Management

Continual Service Improvement
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle

3.Sebuah perusahaan yang mengimplementasi ITIL secara nyata tentunya mendapat banyak sekali keuntungan, misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen lainnya di dalam satu perusahaan, biaya lebih efisien dan dapat diatur dengan baik, serta perubahan-perubahan IT yang dapat lebih mudah untuk diatur, dan masih banyak keuntungan lainnya yang pada akhirnya akan berdampak pada income perusahaan itu sendiri.

4.framework ITIL dikembangkan sejak 1980-an oleh Office of Government Commerce (Departemen Perdagangan) Inggris sebagai guidance bagi organisasi/perusahaan di sana. Pertengahan 1990-an, ITIL diakui dunia menjadi standar de facto di bidang service management. ITIL menyediakan sekumpulan best practice yang lengkap dan konsisten untuk ITSM, serta mempromosikan pendekatan kualitas untuk mencapai efektivitas dan efisiensi organisasi dalam penggunaan sistem informasi. ITIL mencakup 8 aspek, yakni: dukungan layanan,  delivery, rencana pengembangan,  manajemen infrastruktur TI, manajemen aplikasi, perspektif bisnis, manajemen sekuriti, dan manajemen aset software.
Saat ini ITIL telah memiliki paket materi dan menyediakan kursus pelatihan, ujian dan sertifikasi. Sebagai sebuah framework, ITIL telah memasuki versi terbaru, yaitu ITIL V3 – Service Life Cycle.

5.Menurut Santosh Nair, Direktur Birlasoft, sebelumnya Birlasoft menggunakan beragam perangkat help desk. Hanya saja, perangkat itu fungsinya terbatas. Semisal, tidak cocok (compliant) dengan proses ITIL; fitur IT Asset Management tidak tersedia sehingga sulit melacak aset;  tidak ada fitur untuk persetujuan proses; keterbatasan dalam hal Service Level Agreement ataupun Change Management;  tidak ada mesin alur kerja untuk mengotomasi proses; hingga terbatasnya  fungsi pelaporan dan notifikasi e-mail. “Semua itu menyebabkan banyak kerja manual, informasi pengguna tidak terlacak secara akurat, kesulitan untuk cocok dengan ITIL dan lisensi software. Akibatnya, ada ketidakpuasan dari para pelanggan dan staf administrasi TI,” ungkap Nair




STUDI KASUS:

  Dalam penerapan ITSM, dapat digunakan standar yang dapat membantu terarahnya pengukuran kinerja dan penilaian hasil kualitas layanan TI. ISO/IEC 20000 mmberikan standar untuk manajemen layanan TI yang dapat menentukan persyaratan minimum yang harus disiapkan oleh organisasi dalam sebuah proses menyediakan dan mengelolah layanan berkualitas tinggi. Proses yang ada pada ISO 20000 selaras dan saling melengkapi dengan proses ITIL.

       Salah satu aspek yang dinilai adalah kinerja perusahaan. Perusahaan yang berkinerja baik adalah perusahaan yang memiliki layanan handal, efisien, dan fokus pada pelanggan. ISO/IEC 20000 berpedoman untuk mencapai tujuan tersebut. ISO/IEC 20000 adalah mekanisme bagi penyedia layanan untuk memvalidasi kemampuan dalam memberikan layanan TI. Tujuan 10 ISO/IEC 20000 adalah mengurangi gangguan layanan dan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penyediaan layanan TI yang lebih baik (Wardani, 2007). ISO/IEC 20000 merupakan standar internasional yang memungkinkan sebuah organisasi untuk mendemonstrasikan keunggulan dan terbukti dapat menyajikan IT service management yang terbaik.

Sertifikasi ISO/IEC 20000 sangat penting bagi perusahaan karena mampu memberikan beberapa manfaat diantaranya adalah sebagai berikut

(1) Menunjukkan komitmen perusahaan dan meningkatkan daya saing

Sertifikat ISO/IEC 20000 dapat meningkatkan citra perusahaan akan komitmennya terhadap kualitas layanan TI yang diberikan. Jika standar ISO 9000 menunjukkan komitmen perusahaan akan sistem manajemen mutu yang baik, maka ISO/IEC 20000 merupakan komitmen mutu yang baik dalam penyelenggaraan layanan TI. Pencapaian ini akan meningkatkan daya saing perusahaan di mata pelanggan. 

(2) Menunjukkan kemampuan perusahaan dalam audit.

Sertifikat ISO/IEC 20000 membuktikan bahwa penyedia layanan TI mampu memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan pengguna. Di dalam standar ISO/IEC 20000 terdapat spesifikasi agar layanan yang diberikan memiliki kualitas yang dapat diterima oleh pelanggan. Sertifikat ISO 20000 mampu membuktikan kepada auditor bahwa layanan TI dikelola dengan baik dan kualitasnya dapat diterima oleh pelanggan. ISO 20000 menekankan pendekatan proses pada pengelolaan layanan TI, sehingga hal ini memberikan jaminan bahwa data yang dihasilkan oleh proses yang benar adalah data yang valid dan mereduksi keraguan auditor atas data yang diaudit.

(3) Memenuhi persyaratan tender.

Standar ini wajib dimiliki oleh peyedia layanan eksternal yang ingin mengikuti tender. Beberapa tender mensyaratkan agar penyedia layanan telah tersertifikasi ISO/IEC 20000. 

(4) Memberikan kerangka kerja peningkatan layanan TI, mengurangi risiko dan biaya layanan TI.

Dengan mempraktikkan manajemen sistem layanan yang baik seperti yang ditetapkan dalam ISO/IEC 20000, diharapkan perusahaan dapat melakukan peningkatan dalam kualitas layanannya, melakukan penghematan biaya dan meningkatkan efisiensi, menghasilkan pengurangan resiko yang mungkin ditimbulkan oleh layanan TI dan mendorong perbaikan layanan TI secara terusmenerus. 

Contoh Studi Kasus PT. Astra Graphia Information Technology (AGIT) adalah contoh studi kasus perusahaan yang menerapkan sertifikasi ISO/IEC 20000

 Profil singkat AGIT

1 Company Name : PT. Astra Graphia Information Technology 

2 Country : Indonesia 

3 Certified Under : The APM Group 

4 Version of ISO/IEC 20000 : 2011 

5 Certification Status : Issued 

6 Certification Start Date: 03 Sep 2013 

7 Certification Expiry Date : 02 Sep 2016 

8 RCB Certified by : British Standards Institution

 9 The Scope of the certification is : IT SMS that supports the provision of IT Services (Colocation, Helpdesk and CCTV) to AGIT's internal and external customers, including the IT Infrastructure operational support from its sites in Jakarta (Sudirman, Kramat and TB Simatupang) 

10 The Location covered by the certification is : ANZ Tower, 22nd floor, JL. Jenderal Sudirman Kav. 33A Jakarta 10220 Indonesia 

Sejarah singkat AGIT

1 1971 : Mulai beroperasi pada tahun 1971 sebagai divisi Xerox di PT. Astra International. 

2 1976 : PT. Astra Graphia berdiri sebagai badan hukum (perseroan). 

3 1983 : Memasuki bisnis TI dengan ditunjuknya sebagai distributor eksklusif Digital Equipment Corporation. USA. 

4 1989 : Menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan sahamnya di BEJ dan BES. 

5 2004 : Membentuk kemitraan strategis dengan SCS atas unit bisnis IT Solution menjadi PT. SAT (49% saham dimiliki Astragraphia). 

6 2008 : Melakukan akuisisi 50.99% saham PT SAT dari SCS, kepemilikan saham Astragraphia menjadi 99.99%. 

7 2010 : Unit bisnis Solusi Dokumen (AGDS) mencapai pendapatan bersih Rp 1 Triliun pertama. 

8 2011 : AGIT JV dengan Monitise Asia Pacific Ltd, HongKong, membentuk PT. AGIT Monitise Indonesia

Sertifikasi AGIT 

       Pada tahun 2013, Manajemen Pengendalian Mutu dan Keselamatan Kerja AGIT telah menunjukkan komitmennya dalam melakukan perbaikan secara berkala yaitu dengan melakukan uji sertifikasi menggunakan standar ISO 9001 dan OHSAS 18001. Selain itu, pada tahun 2013 AGIT berhasil lulus dalam sertifikasi ISO/IEC 20000-1, yaitu Service Management. Sertifikasi ini semakin melengkapi kompetensi AGIT untuk menjaga kualitas mutu dan layanan, setelah sebelumnya juga telah lulus uji sertifikasi ISO/IEC 27001 yang menunjang prosedur keamanan infrastruktur teknologi informasi di Data Center. Sementara itu untuk segmen usaha teknologi informasi dan komunikasi, AGIT menggunakan Customer Satisfaction Index (CS Index) untuk mengukur kepuasan pelanggan. Pada akhir tahun, AGIT mencapai CS Index 3,96 dari skala 19 5.


        Hal ini membuktikan bahwa CSC AGIT memberikan kualitas layanan yang sesuai dengan sertifikasi ISO 20000:1 untuk layanan pelanggan, layanan hosting dan layanan CCTV. Selain itu, CSC AGIT melakukan implementasi aplikasi Services Desk yaitu alat untuk pencatatan semua keluhan pelanggan sehingga tim Helpdesk dapat memantau tahap penanganan pengaduan yang diterima. Berdasarkan annual report 2013, AGIT telah memenuhi syarat dan telah membuktikan bahwa AGIT mampu berkompetensi di bidang ITSM secara global atau internasional, sedangkan melalui analisa R.Purwedi Darminto yang menjabat sebagai Section Head of Oracle Development, Oracle Partners Ecosystem and Project Delivery at Astragraphia Information Technology, AGIT telah mengalami banyak kemajuan semenjak memegang ISO/ICE 20000-1 dan ISO 27001, dan pada gambar 6 di bawah merupakan hasil analisis yang dipaparkan oleh beliau atas sertifikasi ISO/IEC yang diperoleh oleh AGIT. 


Kamis, 16 Maret 2017

Pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi

Pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi yaitu suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi yang berpusat pada pemikiran dan kebutuhan konsumen dalam layanan yang melibatkan teknologi informasi terhadap suatu organisasi atau bisnis perusahaan. Manajemen layanan sistem informasi sangat penting karena dibutuhkan oleh para perusahaan dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan mencari strategi yang dapat mempengaruhi kehidupan dalam organisasi atau bisnis perusahaan. Melakukanya sangat mudah hanya dengan mengumpulkan berbagai macam informasi penting untuk memenuhi segala kebutuhan manusia.


Peranan penting dalam manajemen layanan sistem informasi ialah di era pada zaman sekarang pemanfaatan teknologi informasi sangat mudah di dapat dan dengan biaya yang murah pula dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Dengan menggunakan manajeen layanan sistem informasi maka suatu perusahaan dapat meningkatkan kepuasan untuk pelanggan, pelayanan yang terbaik, dan menghasilkan produk yang berkualitas.



Rabu, 16 November 2016

Jelaskan apa itu SEO, SEM, SMM, SMO

Pengertian SEO

SEO singkatan kata dari Search Engine Optimization, yakni sebuah proses atau kampanye untuk mendorong peringkat sebuah website pada hasil penelusuran mesin pencari, entah itu metode alami maupun dibayar. Kampanye SEO bakal berjalan mulus jika website menganut beragam elemen yang “disukai” oleh mesin pencari. Selain itu perlu ditopang dengan ketepatan pemilih kata kunci (keyword) yang minim pesaing.
Memenangi SEO perlu menaklukan dua area dasar untuk mendorong peringkat di hasil penelurusan, yakni on-page dan off-page. Optimasi on-page terpusat pada beragam elemen website yang menyokong sebuah laman web seperti gambar, konten tekstual dan kode HTML. Sedangkan optimasi off-page terpusat pada penyebaran lebih banyak backlink yakni tautan (link) menuju website yang sedang dioptimasi.
Selain on-page dan off-page, ada tiga metode SEO yang berpengaruh pada peringkat hasil penelusuran mesin pencari yaitu: white hat, black hat dan gray hat. Jika ingin website lebih disukai oleh Google dan sejenisnya, pilih white hat ketimbang black hat. Namun sebagian perusahan jasa SEO justru menawarkan metode gray hat dimana harganya lebih terjangkau ketimbang white hat.

Pengertian SEM

SEM singkatan kata dari Search Engine Marketing adalah tipe internet yang berhubungan dengan riset, submit dan posisi dari sebuah website pada hasil penelusuran mesin pencari demi meningkatkan jumlah pengunjung, entah itu alami atau berbaar, SEM bukan sekedar SEO biasa melainkan turut mengusung beragam elemen penting untuk memperoleh trafik lebih banyak, yakni riset kata kunci, analisis kompetitif, posting berbayar (paid listing) dan sejumlah layanan dari mesin pencari.
SEM punya jangkauan lebih luas ketimbang SEO. Jika tujuan utama SEO memperoleh hasil penelusuran lebih baik di mesin pencari, maka SEM bertujuan memperoleh pengunjung tetarget dari mesin pencari melalui iklan berbentuk link pada hasil penelusuran selain pencarian alami untuk memperoleh pengunjung tertarget menuju website.

Pengertian SMM

SMM singkatan kata dari Social Media Marketing merupakan sebuah metode gratisan atau berbayar untuk memperoleh trafik tertarget menuju website dengean mengandalkan Facebook, Twitter, Linkedln, Pinterest, Youtube, Google+ dan jaringan social media lainya. Bisa dikatakan bahwa SMM merupakan upaya dongkrak “nilai jual” sebuah website melalui social media, entah itu gratisan atau berbayar via pemasangan iklan.
SMM terbagi menjadi dua area dasar yakni Social Media Optimization (SMO) dan Social Media Advertising (SMA). Tujuan utama SMO yaitu meningkatkan jumlah trafik tertarget menuju website melalui aktivitas social di dunia maya seperi blogging, tulis update status di social media, terlibat diskusi grup, social bookmarking, viral, manajemen reputasi online, polling atau rating pengguna, feedback, tombol sharing dan penggunaan situs berbagi foto dan video.
Sedangkan tujuan utama SMA yaitu meningkatkan jumlah trafik tertarget sebuah website melalui layanan iklan dari jaringan social media. Metode ini mewajibkan pemilik website membayar layanan agar iklan promosi muncul di laman social media seluruh pengguna demi dongkrak “nilai jual” dan pengikut (follower).

Pengertian SMO

SMO singkatan kata dari Social Media Optimization, yakni sebuah metode meningkatkan jumlah trafik tertarger menuju website via aktivitas social media. SMO bisa dikatakan sebagai proses meningkatkan ksadaran pengguna internet terhadap produk, merek atau promosi event via layanan social media beserta komunitas untuk publisitas secara viral.

SMO melibatkan penggunaan RSS feed, situs bookmarketing, social media, situs blogging dan sharing video/photo. Secara garis besar SMO serupa SEO, yakni bertujuan menggiring trafik menuju website. Akan tetapi metode ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Social Media Maketing.


Sumber: https://www.seon.co.id/apa-itu-seo-sem-smm-smo/

Rabu, 09 November 2016

APA ITU TEKNOLOGI DIGITAL, PENTINGNYA TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK BIDANG IT

Pengertian Teknologi Digital
Teknologi digital atau Teknologi komunikasi digital adalah teknologi yang berbasis sinyal elektrik komputer, sinyalnya bersifat terputus-putus dan menggunakan sistem bilangan biner. Bilangan biner tersebut akan membentuk kode-kode yang merepresentasikan suatu informasi tertentu. Setelah melalui proses digitalisasi informasi yang masuk akan berubah menjadi serangkaian bilangan biner yang membentuk informasi dalam wujud kode digital. Kode digital tersebut nantinya akan mampu dimanipulasi oleh komputer. Contohnya adalah gambar kamera video yang telah diubah menjadi bentuk digital. Bentuk digital tersebut mewakili element gambar (pixel). Elemen gambar tersebut dapat dimanipulasi oleh komputer. Sehingga kita dapat menciptakan efek tertentu pada gambar serta dapat juga memperbaiki kualitas gambar yang dianggap kurang baik. Bentuk manipulasinya bisa berupa penambahan intensitas cahaya pada gambar, sehingga gambar yang ada menjadi lebih terang atau gelap, meningkatkan ketajaman gambar yang kurang fokus, serta memperbaiki warna pada bagian tertentu dari gambar.


Pentingnya Teknologi Digital Untuk Bidang IT       
Teknologi Digital sangat berpengaruh untuk bidang IT, contohnya dalam bidang ekonomi seperti membuka restaurant fast food dan yang lainya bisa juga perusahaan, rata-rata pada zaman sekarang banyak restaurant yang memakai teknologi digital tersebut seperti misalnya memesan makanana memakai computer lalu memesan lewat via suara atau banyak juga restaurant yang memakai sistem drive thru, semuanya memakai teknologi digital. Begitupun juga perusahaan-perusahaan besar pasti mereka memakai teknologi digital dan juga memakai beberapa orang yang hebat di IT untuk membantu proses kelancaran dalam suatu perusahaan tersebut. Jadi Teknologi Digital memang sangat perlu untuk beberapa bidang dalam memperlancar urusan dan kebutuhan masing masing. Andaikan tak ada yang namanya Teknologi Digital maka seluruh pekerjaan pasti akan susah dan juga memakan waktu yang lama. Sekian tulisan saya semoga bermaanfaat, apabila ada kesalahan mohon untuk dimaklumi karna saya juga masih belajar hehee


Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_komunikasi_digital

Rabu, 26 Oktober 2016

Perbandingan Antara Perkembangan Inovasi yang Anda ketahui

Jadi, saya akan membahas tentang perkembang inovasi zaman dulu dan zaman modern, nah pada zaman dahulu perkembangan inovasi tidak serba canggih seperti sekarang, pada zaman dahulu untuk berkomunikasi dengan kerabat yang jauh kita mesti mengirim surat, tidak seperti sekarang berkomunikasi bisa via suara menggunakan handphone dan alat canggih lainya, ya walaupun masih ada beberapa yang masih suka mengirim surat, mungkin bisa karna hobi atau hal lainya. Saya akan menjelaskan sedikit perbandingan teknologi komunikasi zaman dulu dengan zaman sekarang.

1. Peralatan 
Komunikasi pada masa lalu masih menggunakan alat-alat sederhana. Alat bantu tersebut di antaranya beduk, kentongan, gambar, api, simbol, dan tanda jejak. Sarana komunikasi masa lalu yang masih ada sampai saat ini adalah beduk dan kentongan. Berbeda dengan alat komunikasi masa lalu, peralatan masa kini yang digunakan sudah modern.Teknologi komunikasi ditunjang dengan adanya satelit. Teknologi satelit mempermudah hubungan komunikasi dari berbagai belahan dunia. Peralatan komunikasi masa kini dapat dibedakan menjadi media komunikasi cetak dan elektronik. Alat bantu komunikasi tersebut di antaranya adalah surat, telepon, telegraf, faksimile, televisi, radio, dan multimedia (fasilitas internet).

2. Penggunaan 
Cara menggunakan sarana komunikasi masa kini jauh lebih mudah, lebih praktis, dan lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan alat komunikasi masa lalu. Alat komunikasi masa lalu lebih menekankan pada cara manual dan sederhana. Alat komunikasi masa kini lebih praktis dan menggunakan teknologi tinggi yang lebih mahal. Selain mahal biayanya, alat komunikasi juga memeriukan energi atau tenaga listrik. Pesawat televisi misalnya, memerlukan tenaga listrik untuk menghidupkannya. Demikian juga komputer dengan perangkat multimedianya, hanya dengan menekan perintah maka kita bisa mendapatkan informasi dari seluruh belahan dunia tanpa harus beranjak dari tempat duduk.

3. Jangkauan 
Jangkauan komunikasi adalah jarak terjauh yang mampu menghubungkan pihak yang berkomunikasi. Zaman dahulu orang masih menggunakan sarana komunikasi seperti kentongan atau beduk. Daya jangkau suara alat tersebut hanya beberapa meter saja. Dengan adanya perkembangan berbagai jenis teknologi komunikasi, sekarang kita bisa berhubungan langsung jarak jauh, baik antardaerah, antarnegara, bahkan antarbenua. Kita bisa memperoleh informasi atau hiburan melalui telepon, radio, televisi, koran, atau internet. Jangkauan komunikasi pada masa kini hampir tanpa batas. Berbagai peristiwa di berbagai belahan dunia dapat diketahui pada saat itu juga. Berikut ini adalah tabel perbandingan teknologi komunikasi masa lalu dan masa kini.

Sebelumnya penjelasan ini saya ambil dari beberapa blog yang telah saya baca. Tujuanya adalah agar kita dapat mengetahui perkembangan zaman dan juga menambah wawasan kita tentang perbandingan inovasi. Sekian blog saya kali semoga bermanfaat bagi kita semua.

Sumber : http://www.tugassekolah.com/2016/01/perbandingan-teknologi-komunikasi-masa-lalu-dan-masa-kini.html

Selasa, 11 Oktober 2016

Pengertian, Manfaat, Contoh dari Inovasi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Modern


Pengertian secara umum dari inovasi dan teknologi adalah menciptakan produk yang lebih baik atau lebih efektif, proses dan layanan teknologi atau gagasan yang dapat diterima oleh pasar, pemerintah, masyarakat. Inovasi juga bisa di artikan sebagai baru atau perpanjang, atau memodifikasi objek atau proyek yang sedang dilakukan untuk meningkatkan kineja.

Pengertian Inovasi Sistem  Informasi adalah suatu kesatuan yang menghimpun dari kelembagaan, jaringan, kemitraan, hubungan interaksi dan proses produktif yang mempengaruhi perkembangan dan kecepatan inovasi dan difusinya serta proses pembelajaranya.

Pengertian Teknologi Informasi Modern yaitu istilah umum untuk teknologi apa pun yang dapat membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan atau menyebarkan informasi. Teknologi Informasi dapat menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video.

Manfaat  dan contoh dari Inovasi Sistem Informasi  dan teknologi dibidang kesehatan:
Yaitu tentunya mempermudah pekerjaan orang orang yang bekerja di rumah sakit, apa lagi di era sekarang yang serba canggih rumah sakit tempat dimana orang untuk pergi berobat harusnya serba cepat karna taruhanya adalah nyawa pasien. Jadi untuk itu sistem yang ada dirumah sakit atau pun peralatanya harus diperbaharui terus menerus sesuai eranya zaman agar dapat mempermudah kedua belah pihak.

Manfaat dan contoh dari Inovasi Sistem Informasi dan teknologi dibidang pertanian:
Pembangunan pertanian dan perdesaan yang terus menerus terjadi merupakan isu penting strategis yang mengglobal diperbincangkan belakang ini. Manfaat inovasi informasi dan teknologi mengacu pada penggunaan peralatan elektronik (terutama komputer) untuk memproses suatu kegiatan tertentu. Inovasi teknologi sistem informasi mempunyai kontribusi yang potensial untuk berperan dalam mencapai manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan yang signifikan.

Manfaat dan contoh dari Inovasi Sistem Informasi dan Teknologi dibidang social budaya:
Bersosialisasi merupakan hal penting bagi masyarakat apa lagi ditambah dengan adanya kemajuan teknologi yang super canggih seperti sekarang, mereka akan dapat menemukan hal-hal baru khususnya untuk menambah wawasan mereka dan akan mempermudah masyarakat memahami satu sama lain untuk bersosialisasi.

Kesimpulan : Jadi kesimpulan yang dapat saya simpulkan dari inovasi sistem informasi dan teknologi infomasi modern adalah sesuatu yang baru yang diciptakan oleh orang untuk mempermudah pekerjaan oaring banyak atau bisa juga diartikan sebagai perubahan yang baru yang dapat digunakan oleh banyak oaring khususnya dalam teknologi yang canggih. Nah saya membagi dalam beberapa bidang, ada dalam bidang kesehatan, pertanian, dan social budaya. Saya mengambil beberapa bidang yang biasanya digunakan oleh orang banyak, inti dari pembahasanya adalah untuk mempermudah segala urusan orang banyak dengan teknologi di zaman sekarang.

Sumber: